FREE TO BE FRUITFUL                

Khotbah oleh

Pdt. Melvyn Nainggolan

Ketua Badan Penasehat dan 
Gembala Sidang GBIS 
Generasi Pilihan Solo

Rasul Paulus menulis kepada anak rohaninya, Titus bahwa Yesus Kristus “...yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik” (Titus 2:13-14).  Yesus Kristus membebaskan kita dari segala dosa dan kejahatan kita supaya hidup kita bersih dan terus melekat kepada-Nya. Proses pembersihan terjadi secara bertahap (progresif) dari waktu ke waktu sampai kita menghasilkan buah. Dalam proses pembersihan tersebut ada dua tindakan yang akan dilakukan, yaitu:


    a. Dipotong (airo).
Dalam tanaman anggur tidak semua ranting akan berbuah,     tapi ranting yang tidak berbuah itupun ternyata menyerap makanan yang seharusnya dapat diterima oleh ranting yang berbuah, makanya ranting tersebut harus dipotong. 
    b. Dibersihkan (kathairo).
Membersihkan ranting yang berbuah. Apa yang dibersihkan? Ternyata yang dibersihkan adalah daun-daunnya. Para petani memangkas daun-daun anggur agar cadangan makanan dapat tersalurkan langsung kepada buahnya dan untuk mengurangi proses penguapan. Karena anggur yang baik justru tumbuh di daerah yang tidak terlalu berlimpah air. Jika terlalu banyak air maka anggur yang dihasilkan tidak manis sekalipun berbuah lebat. Untuk menjaga kadar air tetap stabil, perlu dilakukan pemangkasan daun agar memperoleh hasil buah yang optimal. Melalui firman Tuhan kita akan menjadi ranting yang dapat menghasilkan buah secara optimal.

    Setelah dibersihkan dan dikuduskan, setiap orang Kristen mempunyai kewajiban untuk menghasilkan buah-buah yang dapat dinikmati oleh orang-orang di sekitarnya maupun Tuhan dalam segala aspek pekerjaan Tuhan. Berbuah adalah merupakan tanda dari:
    1. Tanda kehidupan. Yohanes 2:17
Sebuah pohon yang menghasilkan buah menyatakan bahwa pohon tersebut masih hidup dan terpelihara dengan baik. Kalau orang Kristen menganggap dirinya masih hidup, maka mau tidak mau dia harus berbuah.
    2. Tanda Pertumbuhan. Efesus 4:15
Buah sebagai tanda bahwa pohonnya telah melalui proses pertumbuhan dengan baik, sehat dan subur. 
    3. Tanda Kematangan (Maturity)
Apabila sebuah pohon telah menghasilkan buah, maka dapat dikatakan bahwa pohon itu sudah matang atau dewasa.
    4. Tanda dari jenis pohon. Matius 7:18
Buah yang berkualitas baik menunjukkan bahwa pohonnya juga berkualitas yang baik. Sering kita melihat jika sebuah pohon yang sedang berbuah diserang oleh hama, maka buahnya pun akan busuk.         


    Supaya kita dapat menghasilkan buah yang lebat, kita harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:
 1. Menjadi benih yang mati. (Yohanes 12:24)
Tidak ada hidup yang berbuah tanpa kematian. Jika benih itu mati di dalam tanah, benih itu telah memenuhi tujuannya. Demikian pula kita harus mematikan segala hawa nafsu kedagingan kita, supaya kehidupan rohani kita dapat bertumbuh dengan maksimal dan menghasilkan buah yang lebat.
  

 2. Berakar kuat. 
Akar sangat menentukan pertumbuhan sebuah pohon baik kualitas maupun kuantitasnya. Amsal 12:12b “Tetapi akar orang benar mendatangkan hasil”. Dalam bahasa Inggris NKJV “But the root of the righteous yields fruit”. Akar yang benar dan kudus akan menghasilkan cabang-cabang (ranting-ranting) yang benar dan kudus juga. Akar yang berkualitas pasti akan menghasilkan suatu kehidupan yang kudus dan berbuah lebat.  Markus 11:20b “Mereka melihat pohon ara tadi sudah kering sampai ke akar-akarnya”. Dalam bahasa Inggris NKJV “They saw the fig tree dried up from the roots” . Sebuah pohon akan mati apabila akarnya kering.  

Akar kita kering artinya hubungan dengan Tuhan tidak beres, tidak tertanam dalam gereja lokal dan firman Tuhan, tidak mengalami urapan Roh Kudus, dan sebagainya.  Hosea 9:16 “Efraim telah dipukul, akarnya telah menjadi kering, mereka tidak akan menghasilkan buah.” Tuhan memanggil kita supaya kita memiliki akar yang kuat dan berbuah semakin lebat.
  

 3. Harus mendapat makanan rohani.
Dalam setiap alam kehidupan ada satu hukum yang tidak pernah berubah yaitu begitu suatu kehidupan baru dilahirkan, yang paling pertama dan paling banyak dibutuhkan adalah “nutrisi” untuk menunjang kelangsungan kehidupan tersebut. Makanan rohani yang disediakan Tuhan untuk semua anak-Nya yang lahir baru (1 Petrus 2:1-2) terdapat dalam firman-Nya sendiri. Firman Tuhan itu sedemikian kaya akan nutrisi dan bervariasi, sesuai dengan setiap tahap pertumbuhan rohani. 
    

 4. Tinggal di dalam hadirat-Nya
Sementara kita menghabiskan waktu untuk menyembah dan mengasihi-Nya, maka hadirat-Nya akan memenuhi kita. Sama seperti hubungan suami istri yang melakukan hubungan intim, hingga melahirkan keturunan Ilahi. Demikian pula dengan kerohanian kita, apabila kita terus membangun hubungan intim dengan Bapa di surga, maka tidak akan  mandul, melainkan berbuah produktif.
  

 5. Kesediaan bekerjasama dengan Roh Kudus. 
Peranan Roh Kudus sebagai penghasil buah dalam kehidupan kita. Ketika kita bersedia bekerjasama dengan Roh Kudus, maka Ia akan berdiam dalam hati kita dan mulai berkarya menghasilkan buah dalam hidup kita.

    Hanya ada 2 pilihan dalam hidup, berbuah dan memuliakan-Nya atau mempermalukan-Nya. 
Yohanes 15:16 “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” Saat kita bertobat, perubahan hidup yang kita alami itu bukan untuk diri kita melainkan untuk dinikmati oleh orang lain. Karena itu Allah menyuruh kita untuk “pergi” dan “menghasilkan buah”. Bandingkan dengan Kejadian 1:26-28. Allah memerintah kita untuk beranak cucu, dalam bahasa Inggrisnya adalah “Be fruitful” atau berbuah-buah dan “Multiply” atau bertambah banyak. 
Lalu buah apa saja yang dapat dihasilkan oleh orang percaya?

  

 1. Buah Pertobatan
Buah pertobatan adalah suatu perubahan hidup yang signifikan dan dramatis dialami oleh setiap orang Kristen. Perubahan hidup itu menjadi kesaksian bagi keluarga, rekan, bahkan orang yang belum bertobat pun pada akhirnya bertobat karena perubahan hidup yang kita alami.
Buah pertobatan adalah memiliki cara hidup yang baik (1 Petrus 2:12). 

Cara hidup yang baik adalah tidak menyerahkan aspek kehidupan baik waktu, berkat kita, kekayaan dan talenta kita pada gaya hidup yang menyakitkan hati Allah. Matius 3:8 “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan”. Yang dihasilkan oleh buah pertobatan yaitu: berdampak dan peduli terhadap lingkungan, menjadikan semua bangsa Murid Tuhan Yesus, memenuhi market place dengan nilai-nilai Kerajaan Allah, bergerak dan berjejaring.

  

 2. Buah Pengudusan. Roma 6:22
Kita telah dimerdekakan dari dosa, dan sekarang kita hidup dalam kebenaran, serta rela menyerahkan diri dengan penuh ketaatan kepada Tuhan. Sehingga hidup kita menghasilkan buah pengudusan yang membawa kepada hidup yang kekal.

    

 3. Buah Terang. Efesus 5:8-9.
Hidup orang Kristen harus terus menerus terkoneksi dengan Tuhan Sang Sumber Terang dalam perjalanan kehidupan rohani kita. Jika manusia tidak terkoneksi dengan Tuhan maka sudah tentu hidupnya berada dalam kegelapan, hidup yang tidak bermoral, berdosa dan tersesat. Jika orang Kristen tidak menghasilkan buah terang, maka orang-orang yang masih hidup dalam kegelapan tidak akan melihat terang kasih Kristus dalam hidup kita. Sebaliknya, orang lain akan merasakan dan melihat terang kasih Kristus bahkan berjumpa dengan Kristus apabila kita menghasilkan buah-buah terang setiap hari. Buah terang ditunjukkan dengan senantiasa menghasilkan kebaikan, keadilan dan kebenaran.

   

 4. Buah Kebenaran 2 Korintus 9:8-10; Ibrani 12:11
Tuhan Yesus menghendaki agar kita penuh dengan buah kebenaran, dan buah kebenaran tersebut hanya dapat dikerjakan oleh Yesus Kristus. Kita akan mampu menghasilkan buah kebenaran apabila kita senantiasa menyatu dengan Yesus Kristus. Yesus Kristus yang ada dalam hidup kita akan melatih kita setiap saat agar dapat menghasilkan buah kebenaran. Dari hal yang sederhana sampai yang rumit atau kompleks. Hal yang sederhana misalya; kita mematuhi peraturan lalu lintas di jalan raya. Damai sejahtera akan kita nikmati dalam hidup kita. Apabila kita melakukan dosa atau melanggar suatu peraturan maka kita tidak akan bisa menikmati damai sejahtera itu. 

 

 5. Buah Bibir. Ibrani 13:15
Saksi yang menyatakan bahwa kita adalah tanaman Allah adalah buah bibir kita yang memuliakan nama-Nya. Sebagai orang percaya tidak seharusnya bergosip, berkata kotor, bersungut-sungut, mengeluh, dan sebagainya. Tetapi kita harus senantiasa mengucap syukur yang mempermuliakan nama Tuhan. 

   

 6. Buah Injil. Kolose 1:6b.
Buah Injil akan menghasilkan jiwa-jiwa yang kita bawa kepada Kristus karena dampak dari kehidupan kita yang berubah dan menjadi berkat bagi mereka. Hidup yang menjadi kesaksian akan membuat mata orang lain tercelikkan dan terkagum-kagum akan karya Allah dalam hidup kita. Sehingga mereka pun ingin mengenal Tuhan yang kita sembah. Sangat penting bagi kita untuk memberitakan Injil kepada jiwa-jiwa yang terhilang melalui perubahan hidup dan kesaksian kita. Misalnya, Mujizat kesembuhan yang kita alami, pemulihan keluarga, bebas dari jerat hutang atau pemulihan ekonomi. Setiap pertolongan Tuhan yang kita alami, bukan untuk kita nikmati sendiri, melainkan disaksikan agar orang lain mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka.

  

 7. Buah Roh. Galatia 5:22-23.
Buah roh adalah suatu sikap hidup yang nampak sebagai hasil dari kedekatan hubungan kita dengan Roh Kudus.  Menurut kesaksian Alkitab, buah roh ini tidak akan dapat dimiliki oleh seseorang dengan usahanya sendiri. Karena hidup manusia telah dikuasai oleh dosa dan hawa nafsu kedagingan. Atau dengan kata lain, buah roh dapat dihasilkan dalam hidup seseorang apabila ia beriman kepada Kristus dan mau menyalibkan segala hawa nafsu kedagingannya, serta hidup senantiasa dipimpin oleh Roh Kudus. Tanpa memiliki buah Roh, hidup kita tidak akan menjadi berkat melainkan batu sandungan bagi orang lain. 

Buah Roh yang memiliki sembilan karakter ini akan menolong kita memiliki hubungan yang indah dengan Allah, sesama, dan diri sendiri.  Tiga karakter yang pertama yakni; kasih, sukacita, damai sejahtera berbicara tentang hubungan kita dengan Allah.  Tiga karakter yang kedua yakni; kesabaran, kemurahan, kebaikan berbicara tentang hubungan kita dengan sesama. Dan tiga karakter yang terakhir yakni; kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri berbicara tentang hubungan kita dengan diri sendiri. 
(Editor: Yoandri. Yap)

  • Black Facebook Icon
  • Black YouTube Icon
  • Black Instagram Icon