GEREJA YANG MENGUTUS

Oleh: Pdt. Yotam Teddy Kusnandar

Dalam buku berjudul Mission is for Every Church, karangan Jojo Manzano mengatakan Misi adalah tanggung jawab utama gereja. Gereja harus memikul tanggung jawab utama dalam pengiriman misionaris.  Tanggung jawab ini tidak bisa dibebankan kepada Lembaga-lembaga MISI karena Alkitab memberikan tugas dan mandat ini kepada GerejaNYA.  Mari belajar dari Allah Bapa kita yang mengutus AnakNYa.  Ketika Yesus mengutus murid-murid-Nya dengan mengatakan "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu" (Yohanes 20:21). Dia menegaskan agar para murid dan pengikut-Nya melanjutkan pekerjaan yang telah Ia mulai. Sebagaimana Kristus telah diutus ke dunia oleh Bapa untuk "mencari dan menyelamatkan" mereka yang terhilang, secara tak langsung Ia juga mengutus gereja yang telah Ia dirikan untuk melakukan hal yang sama. Tuhan telah membuat gereja untuk menjadi saksi lewat perkataan dan perbuatan mereka kepada dunia.

Jadi Gereja ada karena misi dan bukan sebaliknya (Aagaard 1974:423) keikut sertaan di dalam misi berarti ikut serta dalam gerakan kasih ALLAH kepada manusia, karena Allah adalah sumber dari kasih yang mengutus. David J. Bosch tranformasi misi Kristen.  Gereja yang mengutus berarti gereja yang ikut dalam kegerakan ALLAH untuk menyelamatkan manusia yang terhilang. 

Banyak gereja terperangkap di dalam sikap eklusif dan hidup untuk dirinya sendiri saja. Dengan kesibukan-kesibukan ke dalam untuk kepentingn anggotanya.  Gereja dilihat sebagai pusat kegiatan; segala sesuatu yang berada diluar tembok gereja dipandang dan dinilai secara apriori.  Persetia, Ekklesiologi Gereja-gereja di Indonesia, dalam Himpunan bahan study instirute tentang ekklesiologi (Ujungpandang: PErsetia, 1988). 

Dalam buku Gereja Organik, Neil Cole mengatakan:  Gereja telah diberi perintah untuk menyebar dan memenuhi bumi (Mat 28:19-20; Kis 1:8) namun dalam kenyataannya orang-orang melakukan sentralisasi. Penyebaran ini dimaksudkan memperluas Kerajaan ALLAH dan membuka perintisan-perintisan baru pada akhirnya dimana para pemimpin siap dilahirkan.

Dalam Lukas 9:1a dikatakan Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga (power) dan kuasa (authority) kepada mereka…. Dalam hal ini Tuhan tidak hanya melengkapi kita dengan tenaga atau kuasa dahsyat (δύναμις = miraculous power) tapi juga dengan otoritas surgawi (ἐξουσία = heavenly delegated authority).  Gereja tidak boleh asal mengutus tanpa melengkapi orang yang diutusnya dan memberikan support 'kuasa' penuh yang datang dari TUHAN.  Tuhan Yesus memberikan tenaga dan kuasa untuk mengutus murid-muridNYA.  Namun sebelum DIA mengutus TUHAN YESUS memperlengkapi mereka terlebih dahulu. 


Bagaimana menjadi gereja yang mengutus?

1. Gereja harus passioned (bergairah) terhadap Amanat Agung.
Gereja tidak mungkin bergairah jika tidak memiliki PASSION. Dari berbagai versi film Tuhan YESUS salah satu film yang tak terkalahkan adalah PASSION of Christ. Dimana kita dapat melihat Tuhan YESUS yang diludahi, , di pukul, di dera bahkan dibantai habis-habisan tetapi tetap PASSIONED karena Tuhan Yesus melakukannya dengan passion yang luar biasa. 

Semua pelayanan jika didasarkan dengan PASSION maka akan menghasilkan COMPASSION yang memunculkan belas kasihan yang luar biasa. Seorang akan berani berkorban apapun kalau ia memiliki passion. Tanpa passion maka gereja akan sulit untuk menjangkau dunia.

Hampir setiap pelayanan YESUS digerakan oleh belas kasihan atau 'passion'
Matius 9:36 - melihat orang banyak itu tergeraklah hati YESUS oleh belas kasihan..
Matius 14:14 - tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan (perumpamaan pengampunan)
Markus 1:41 - maka tergerak hatiNYA oleh belas kasihan.. (kesembuhan buat si kusta)
Markus 6:34 - tergeraklah hatiNYA oleh belas kasihan, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala (mujizat 5 roti 2 ikan)
Lukas 7:13 - tergeraklah hatiNYA oleh belas kasihan,.(anak muda dibangkitkan)
Lukas 15:20  - lalu tergerak hatinya oleh belas kasihan.. (anak yang hilang)

Jika kita memiliki hati (passion) kepada salah satu suku atau komunitas maka itu adalah awal dimana TUHAN ingin kita bergerak dan menjadi berkat bagi orang lain. 

2. Gereja harus memperlengkapi orang-orangnya sebelum diutus.
Sebelum diutus 12 murid diperlengkapi dan dilatih oleh Tuhan Yesus.  Bahkan saat Tuhan Yesus naik ke surga IA pesan dalam Lukas 24:49 “..kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi”.  YESUS mengajarkan bahwa setiap utusan harus diperlengkapi.  Jadi  memperlengkapi siapa yang akan diutus tidak dapat ditawar-tawar.  Bahkan dalam Efeses 4:11 Ialah yang memberikan rasul-rasul, nabi-nabi, penginjil, gembala dan pengajar untuk memperlengkapi orang kudus untuk mengambil bagian dalam TUBUH KRISTUS.  
Siapapun yang diutus harus dilengkapi beberapa hal dari sekian banyak yang harus dibekali misalnya tentang metode budaya setempat, bagaimana pendekatan kepada jemaat baru, penginjilan, penanaman Jemaat mula-mula, berkotbah, pengembangan jemaat dan melatih dan melahirkan pemimpin.  Dengan diperlengkapi maka ia akan siap untuk di utus. 

 

Strategi Sun Tzu 
Kenalilah musuhmu, kenalilah diri sendiri. Maka kau bisa berjuang dalam 100 pertempuran tanpa risiko kalah.Kenali Bumi,Kenali Langit,dan kemenanganmu akan menjadi lengkap." Strategi Sun Tzu 
Kenalilah musuhmu,kenalilah diri sendiri.Maka kau bisa berjuang dalam 100 pertempuran tanpa risiko kalah. Kenali Bumi,Kenali Langit,dan kemenanganmu akan menjadi lengkap."

Musa di siapkan TUHAn dengan Segala hikmat Mesir (Kis7:22) dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatan. Yosua dipersiapkan 40 tahun menjadi budak Musa sebelum mejadi pemimpin, Elisa dipersiapkan menjadi pengganti Elia, dsb.  Paulus seorang perintis jemaat yang luar biasa. Ia melengkapi 12 muridnya di Tiranus selama 3 tahun dan akibatnya mereka mengoncang Efesus begitu hebat.  Setiap orang yang diperlengkapi selalu lebih tajam, efektif dan memiliki skill dan wawasan yang luas. 

Mengingat kondisi dunia millennium ketiga ini sangat berbeda dengan millennium sebelumnya, maka kreatifitas dalam penginjilan dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan yang ada. Pdt. Dr. Makmur Halim dalam buku model-model Penginjilan Yesus.  Oleh sebab itulah para penginjil perlu dilengkapi apalagi menghadapi penjangkauan di generasi millennium.

 

3. Mapping (Pemetaan area)
Gereja harus melakukan mapping sebelum pengutusan. Mapping bertujuan untuk memberi gambaran yang jelas di semua sudut area lokasi yang ada. Sama seperti alat kamera 'Drone'  adalah pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan komputer atau remote control, yang bisa digunakan untuk membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya (kamera dsb).
Beberapa manfaat dari Mapping: mendapatkan gambaran yang jelas mengenai demografi, culture dan geografi, potensi area dsb. Yang akan bermanfaat untuk membuat strategi ke depan dalam perintisan jemaat. Sama seperti Nehemia saat ia mau membangun tembok Yerusalem dan pintu gerbang pada saat malam ia melakukan survey dan perhitungan yang matang (Neh 2:12-13). Perlu setiap pengutusan di bekali dengan mind mapping yang benar sehingga saat melakukan 'penetrasi' perintisan tepat sasaran sama seperti pemburu yang tidak membuang-buang perlurunya.
Jika satu daerah ternyata setelah di mapping mayoritas penduduknya adalah usia produktif maka hal itu menjadi masukan yang berharga bagi seorang perintis sebelum melakukan sesuatu apapun. Baik pendekatan dan cara penyampaiannya akan berbeda dengan cara-cara umum. Dengan mapping berita makin tajam dan kontekstual sesuai dengan culture budaya setempat. 

Satu hal dalam mapping yang tidak boleh dilupakan yaitu peran ROh KUDUS. Satu kali Paulus hendak berlayar dan menginjil, namun demikian ROH KUDUS menyuruhnya berganti haluan ke tempat yang lain yaitu ke Makedonia.  Artinya bahwa kepekaan terhadap Roh Kudus sangat penting, tanpa ini terdakang perintisan menjadi sukar karena banyak pintu tertutup. 

4.  Strategi
MEngutus hingga membangun perintisan harus sampai area strategy. Tanpa strategi maka tidak akan mencapai sasaran tepat pada waktunya. Strategi adalah langkah yang dibuat untuk mencapai tujuan bersama. Strategi pengutusan akan menciptakan langkah-langkah kongkret untuk melangkah menuju visi. 
Dalam hidup ini semua menggunakan strategi entah itu yang sederhana sampai tingkat level yang rumit. Saat kita menjual barang kita butuh strategi, dalam pertandingan sepakbola sebenarnya adalah beradu strategi dari dua kesebelasan. Dalam perang kita sangat butuh strategi, dalam membangun rumah kita butuh perencaan.  Yesus pernah berkata dalam Lukas 14:28 Kalau seorang dari kalian mau membangun sebuah menara, tentu ia akan duduk menghitung dahulu biayanya supaya ia tahu apakah uangnya cukup untuk menyelesaikan menara itu atau tidak.  

 

5. Network 
Pengutusan dan penempatan orang dalam perintisan akan sangat cepat jika dilakukan tidak sendiri namun bekerjasama dengan elemen-elemen. Dukungan donator dan Lembaga-lembaga pelayanan akan sangat menolong proses pengutusan menjadi maksimal. Oleh sebab itu gereja harus bermitra dengan Lembaga lainnya sehingga pelayanan dapat berjalan dengan baik.  Sebagai contoh saat Nehemia ingin pulang dan membangun kembali tembok ia mendapatkan dukungan penuh dari sang Raja waktu itu. 

Saat Yesus mati, Yusuf Arimatea yang memiliki koneksi dan jaringan sampai ke gubernur mengakibatkan ia memiliki akses sehingga tubuh TUHAN  dengan mudah diturunkan dan akhirnya dapat dikuburkan hari itu juga.  Saat kita memiliki akses dengan pemerintah, Lembaga sosial, jaringan pelayanan akan sangat menolong kita dalam pelayanan. 

Ester dengan dukungan Mordekai dan Hegai menjadi lebih efektif dalam proses pencarian ratu sejagat yang dilakukan oleh raja. Kita harus akui bahwa relasi sangat penting. Network yang kuat dan luas akan membuat simpul pelayanan menjadi kuat dan meluas.

 

6. Dukungan.
Setiap pengutusan butuh dukungan bukan hanya doa, adapun bentuk dukungan yang diberikan: 
a. Dukungan keuangan. Gereja harus berani memberikan support finance kepada perintisan. Karena tidak mungkin jika seorang di utus, dan gereja pengutusnya diam saja dan berkata biar hamba TUHAN itu belajar bergantung kepada TUHAN.”Alasan inilah yang akhirnya membuat mereka yang baru merintis kemudian keluar karena merasa tidak ada dukungan.
b. Dukungan bahan-bahan untuk pendewasaan dan pengembangan jemaat. Saat perintisan baru lahir itu bagaikan bayi kecil butuh kasih sayang dan pembelajaran-pembelajaran rohani agar mereka dapat bertumbuh dengan kuat.
c. Dukungan kunjungan. 
·    Kunjungan memberikan rasa perhatian penuh. 
·    Kunjungan membuat pelayanan dihargai dan didukung secara nyata
·    kunjungan berarti membangun komunikasi tetap berlangsung
·    kunjungan mengontrol, mengevaluasi dan mengupdate data terbaru untuk perkembangan kemajuan.
·    dari pusat mengerti persoalan dilapangan secara langsung
d. Dukungan doa. Dalam Kisah Para Rasul banyak di catat dimana jemaat jemaat mendoakan perintisan yang sedang di kerjakan.

Gereja perlu bertindak secara kongkret dan nyata untuk mengutus sama seperti yang dikerjakan Yesus . Gereja yang mengutus akan selalu bermutiplikasi. Ada 2 model gereja yang terkenal di Perjanjian Baru. Yaitu gereja Anthiokia gereja dengan visi perintisan dan membuka gereja-gereja baru. Gereja kedua adalah gereja EFESUS yang melengkapi jemaatnya untuk terlibat dalam pelayanan.  Gereja harus peduli dan peka terhadap sesamanya.   Salah satu rintangan besar pertumbuhan gereja ialah 'ketidakpekaan terhadap orang banyak'  Rick Warren the Purpose Driven Church, Malang, Gandum Mas.

Selamat menjadi gereja yang mengutus dan memberkati bangsa ini. AMIN

  • Black Facebook Icon
  • Black YouTube Icon
  • Black Instagram Icon